Postingan

HARTINI SOEKARNO

HARTINI SOEKARNO ๐ŸŒท ISTRI KE  4 PRESIDEN RI I SOEKARNO Ketika Soekarno Merayu Hartini  Selama setahun, Bung Karno terus menebar jala cinta, melalui ungkapan kata-kata puitis dalam surat-suratnya. Hartini tetap bimbang, makin gundah… makin gulana…. Bahkan, ketika Bung Karno melamarnya untuk bersedia dijadikan istri kedua, Hartini tidak serta merta memberi jawaban. Bung Karno mengulang lamarannya, Hartini masih tetap belum bersedia. Lagi, Bung Karno melamar lagi, Hartini belum juga memutus kata. “Ketika aku melihatmu untuk kali yang pertama, hatiku bergetar. Mungkin kau pun mempunyai perasaan yang sama." rayu Bung Karno dalam salah satu suratnya pada Hartini. Hartini, adalah seorang janda beranak lima, ketika bertemu Bung Karno di Salatiga, tahun 1952. Hari itu, Bung Karno dijadwalkan melakukan kunjungan ke Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kunjungan tersebut, rombongan presiden dijadwalkan singgah di Salatiga. Mendengar Bung Karno akan singgah, sejak pagi rakyat...

PEMILIK RUMAH PROKLAMATOR

OLD BUILDING⌛ Rumah Pegangsaan Timur No. 56 Rumah ini menjadi saksi sejarah kemerdekaan Bangsa Indonesia. Lalu siapakah pemilik rumah ini sebenarnya sebelum akhirnya didiami oleh Presiden Soekarno dan keluarganya.  Faradj bin Said bin Awadh Martak atau dikenal dengan Faradj Martak (1897-1962) adalah seorang saudagar Arab-Indonesia, pemilik perusahaan ekspor- impor NV. Marba, yang telah berjasa dengan menghibahkan sebuah rumah miliknya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 kepada Soekarno dan Bangsa Indonesia, agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Republik Indonesia. Di rumah tersebut Fatmawati kemudian menjahit sendiri Bendera Sang Saka Merah Putih pada malam sebelum proklamasi. Keesokan harinya, pada tanggal 17 Agustus 1945, rumah tersebut dijadikan tempat dibacakannya Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lengkap dengan pengibaran Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih dan dikumandangkannya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ciptaan W.R. Soepratman untuk pertama kalinya yang dinyanyika...

BENDERA PUSAKA

BENDERA PUSAKA ⌛ SANG SAKA MERAH PUTIH Bendera Pusaka dijahit oleh istri Soekarno yang bernama Fatmawati. Desain Bendera Pusaka dibuat berdasarkan bendera Majapahit pada abad ke-13, yang terdiri dari sembilan garis berwarna merah dan putih yang tersusun secara bergantian. Bendera Pusaka pertama kali dikibarkan di rumah Soekarno di Jalan Pengangsaan Timur 56, Jakarta, setelah Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Bendera Pusaka dikibarkan pada sebilah tiang bambu oleh Paskibraka yang dipimpin oleh Kapten Latief Hendraningrat.  Pada saat pengibaran Bendera Pusaka, lagu "Indonesia Raya" karya W.R. Soepratman juga turut dikumandangkan dan dinyanyikan secara bersama-sama oleh seluruh peserta yang menghadiri pembacaan teks proklamasi di kediaman Soekarno. Pada tahun pertama Revolusi Nasional Indonesia, Bendera Pusaka dikibarkan baik siang maupun malam. Setelah Belanda menguasai Jakarta pada 1946, Bendera Pusaka dibawa ke Yogyakarta dalam koper Soekarno. Ketika terja...

KAISAR HIROHITO

KAISAR HIROHITO ๐Ÿ‘‘ TENNO HEIKA HIROHITO Kaisar Jepang Pada Masa Pendudukan Jepang di Indonesia Tahun 1942 - 1945. Pada masa pendudukan Jepang, orang Indonesia diwajibkan membungkuk sedalam-dalamnya kepada Tenno Heika Hirohito. Seikerei, istilah yang tak mudah bagi kebanyakan orang Indonesia untuk melakukannya pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1942 sampai dengan tahun 1945 dimana orang-orang harus membungkukkan badan sedalam-dalamnya ke arah Tokyo, untuk menghormati Tenno Heika, yang dianggap sebagai keturunan Dewi Amaterasu atau Dewi Matahari.  Tindakan ini tentu sangat berat dilaksanakan bagi kelompok Islam pada masa itu, yang menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk menyekutukan Tuhan.  Bagi mereka yang menolak melakukan Seikerei, maka harus siap menerima hukuman dari para prajurit Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.  Kala itu, ritual Seikerei harus dilakukan sepenuh hati dan sedalam mungkin saat menundukkan badan. Bila seseorang ketahuan membungkuk kurang dalam...

RATU WILHELMINA

RATU WILHELMINA ๐Ÿ‘‘ Ratu Wilhelmina atau yang bernama lengkap Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau lahir pada tanggal 31 Agustus 1880. Merupakan Ratu Belanda yang bertahta dari tahun 1890-1948. Wilhelmina merupakan putri tunggal dari Raja Willem III dengan Ratu Emma of Waldeck and Pyrmont.  Raja Willem sebelumnya memiliki tiga putra dari pernikahan pertamanya dengan Ratu Sophie van Wรผrttemberg pada tahun 1839 yang bernama Willem (1840-1879), Maurits (1843-1850) dan Alexander (1851-1886). Baik Ratu Sophie dan ketiga putranya telah meninggal dunia begitu pula dengan adik Raja Willem yang bernama Pangeran Frederick juga telah meninggal dunia. Raja Willem yang berusia 62 tahun kemudian memutuskan untuk menikah lagi dengan Putri Emma of Waldeck and Pyrmont yang saat itu berusia 21 tahun. Tepat 19 bulan pernikahan mereka, Ratu Emma melahirkan Putri Wilhelmina, yang lahir pada tanggal 31 Agustus 1880 di Istana Noordeinde di Den Haag, Belanda. Sepeninggal Alexander Putra Raja W...